Minggu, 27 Mei 2012
Selasa, 27 Maret 2012
Duduk Berjam-jam Setiap Hari Bisa Mematikan
KOMPAS.com - Apakah Anda seorang pekerja kantoran yang selalu menghabiskan waktu di tempat duduk ? Jika jawabannya ya, Anda patut waspada. Riset terbaru menunjukkan, mereka yang menghabiskan waktunya dengan duduk selama 11 jam atau lebih, memiliki risiko 40 persen lebih besar meninggal dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, terlepas dari apakah Anda aktif secara fisik atau tidak.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Internal Medicine edisi 26 Maret, para peneliti dari Australia menyampaikan ancaman serius dari gaya hidup kurang aktif atau sedentari. Mereka menganalisis data lebih dari 222.000 orang berusia 45 tahun atau lebih tua. Hasil kajian mengindikasikan, risiko kematian seseorang cenderung melonjak ketika menghabiskan waktunya dengan duduk selama 11 jam setiap hari. Risiko ini 15 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 4 jam per hari.
"Bukti mengenai efek buruk duduk terlalu lama terhadap kondisi kesehatan telah bermunculan selama beberapa tahun terakhir," kata peneliti studi, Hidde van der Ploeg, seorang peneliti senior dari University of Sydney.
Dalam kajiannya, peneliti juga menemukan bahwa sebanyak 62 persen dari peserta penelitian mengaku memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas. Sementara itu, hampir 87 persen mengaku sedang berada dalam kondisi kesehatan yang baik, dan seperempat lainnya mengatakan menghabiskan setidaknya 8 jam untuk duduk setiap hari.
Van der Ploeg menjelaskan, mereka yang duduk terlalu lama akan mengalami kenaikan risiko kematian hingga dua kali lipat dalam kurun waktu tiga tahun ke depan dibandingkan mereka yang jarang duduk atau bergaya hidup aktif. Sedangkan di antara orang dewasa yang tidak aktif dan duduk terlalu lama, risikonya sepertiga lebih besar meninggal ketimbang mereka yang jarang duduk.
Dari penelitian juga terungkap, peserta rata-rata menghabiskan 90 persen waktu luangnya dengan duduk, dan kurang dari 50 persen yang memenuhi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan aktivitas fisik selama 150 menit setiap minggunya. Oleh sebab itu, Van der Ploeg menyarankan pekerja kantoran untuk bergaya hidup lebih aktif.
"Carilah cara untuk mengubah kebiasaan duduk yang terlalu lama. Cobalah untuk lebih banyak berdiri atau berjalan jika memungkinkan," ujarnya.
Van der Ploeg mengakui keterbatasan temuannya tersebut. Ia menegaskan bahwa temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat dan mengatakan perlu studi lebih lanjut untuk mereplikasi temuan dan lebih berfokus pada pengaruh duduk terhadap pengembangan kondisi seperti diabetes, kanker dan penyakit jantung.
"Semua penelitian ini ke depannya akan menginformasikan kepada kami tentang hubungan yang tepat antara duduk dan kondisi kesehatan, yang pada akhirnya akan menghasilkan rekomendasi kesehatan masyarakat seperti yang sudah kita miliki seperti misalnya untuk aktivitas fisik," tutupnya.
Senin, 25 Juli 2011
What You Don't Know Can Kill You: Health Insurance Limitations
Health insurance often requires a mountain of paperwork that has a lot of fine print. Unfortunately, this means that few people read their plans thoroughly nor do they fully understand what their plan covers or does not cover. Here are some common limitations in health insurance coverage that you should know.
Some of the most shocking health insurance limitations are found in the the fine print holes in the insurance policy. For instance, many people have found that their health insurance did not cover a routine or necessary medical procedure because they did not receive an authorization code prior to the procedure or the hospital did not correctly fill out the paperwork. Your medical claim can be denied simply because the hospital used odd codes for your treatment. While any claims denied by the insurance company can be disputed, this process is not only tedious, but time-consuming and draining, especially for someone who is already ill. There is also little success in winning disputed claims, which makes this option rather limiting.
Another surprising health insurance limitation happens more often than people realize. Imagine this situation: you are diagnosed with a medical condition and need an operation. You research surgeons and hospitals within your plan. You understand your plan's coverage of hospital care. You have your operation and then you find a massive medical bill in the mail. Apparently your health insurance did not cover the anesthesiologist or other specialists that may have consulted in your operation. Thus, you have to pay these specialists for their services, even though you were under the impression that your plan would cover these costs associated with the surgery. Such a bill can be in the thousands of dollars, and there is little you can do to dispute the charges. The only way to avoid these charges is to make sure that you ask before the operation who will be involved and ensure that they are covered in your health insurance plans.
Other limitations are put on a number of treatments. For instance, you may need physical therapy or visits to a psychiatrist. Many health insurance plans will put a limit on the number of covered visits for such medical treatment. Without realizing it, you may surpass the maximum visits allowed by your health insurance and end up racking up huge bills.
Many people think that buying health insurance will cover them medically, but this is only correct to a point. When securing insurance, you should read through your health insurance package carefully, and when you are about to undergo any expensive medical procedure, be sure to consult your health insurance plan first.